Berfikir Kritis; Sekolah Dasar; Bahasa Indonesia; Penelitian Kualitatif
Authors
Dede Fauziah
Institut prima bangsa cirebon
Abstract
Berpikir kritis merupakan keterampilan penting yang memungkinkan siswa untuk menganalisis, mengevaluasi, dan menarik kesimpulan secara logis dan sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa kelas V dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya melalui materi buku cerita. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 31 siswa di SDN Kedungkrisik. Data dikumpulkan melalui tes uraian dan wawancara guru, berdasarkan enam indikator berpikir kritis: interpretasi, analisis, penyimpulan, evaluasi, eksplanasi, dan regulasi diri. Hasil penelitian menunjukkan pencapaian tertinggi pada indikator memberikan alasan atau penjelasan logis (93,55%) dan terendah pada indikator merefleksikan dan mengevaluasi diri (50,54%). Secara umum, kemampuan berpikir kritis siswa berada pada kategori sedang. Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa siswa memiliki potensi dalam penalaran logis, namun masih menghadapi kesulitan dalam mengevaluasi pemahaman sendiri dan mengidentifikasi informasi yang relevan dalam teks. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan dengan mengungkap aspek-aspek spesifik dari berpikir kritis siswa serta memberikan saran perbaikan pembelajaran untuk mendorong keterampilan berpikir mendalam dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.