DIPLOMASI KULINER SEBAGAI ALAT SOFT POWER: STUDI KASUS PROMOSI MASAKAN INDONESIA DI KOREA SELATAN
Authors
A'izzatun Nisa'i
Universitas Wahid Hasyim
Abstract
Penelitian ini mengkaji praktik diplomasi kuliner Indonesia di Korea Selatan sebagai instrumen soft power untuk memperkuat citra nasional dan hubungan antar-masyarakat. Menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui studi pustaka dari berbagai sumber sekunder seperti jurnal ilmiah, laporan pemerintah, dan media massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diplomasi kuliner Indonesia di Korea Selatan diimplementasikan melalui berbagai saluran, termasuk festival budaya tahunan oleh KBRI Seoul, partisipasi dalam pameran internasional seperti Paviliun ASEAN, peran restoran Indonesia sebagai duta budaya informal, serta kolaborasi strategis seperti sponsor produk kopi dalam drama Korea. Upaya ini melibatkan kolaborasi aktor negara dan non-negara, mulai dari pemerintah hingga komunitas diaspora dan pelaku usaha. Diplomasi kuliner terbukti berkontribusi dalam membangun persepsi positif mengenai keberagaman budaya Indonesia, meningkatkan daya tarik wisata, serta membuka peluang ekonomi di sektor pangan. Meskipun demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa Indonesia masih perlu memperkuat konsistensi program dan strategi branding agar dapat bersaing lebih efektif dengan keberhasilan gastrodiplomasi Korea Selatan (Hallyu) di kancah internasional.