Declined

Kebijakan HAKI dalam Era AI-Generated Content Tinjauan pada Promosi Pariwisata Digital

Authors

1

PUTRI ISFAHANI FAJRI

Insitut Pariwisata Trisakti

2

RIZAL APRIZAL

3

MUHAMMAD RIZKI RAIHAN

Abstract

Pariwisata digital merupakan pilar penggerak ekonomi Indonesia yang transformatif, berlandaskan pada prinsip keberlanjutan dan berbasis masyarakat. Inovasi terkini, AI-Generated Content (AIGC), menawarkan potensi revolusioner dalam meningkatkan skala dan personalisasi promosi pariwisata 4.0. Namun, adopsi AIGC secara masif memunculkan tantangan krusial di ranah Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Sistem hukum HAKI Indonesia, terutama UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, belum secara eksplisit mengatur kepemilikan dan perlindungan karya yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan, menciptakan kekosongan hukum yang berpotensi memicu sengketa dan menghambat inovasi. Selain itu, penggunaan AIGC wajib selaras dengan prinsip pariwisata berkelanjutan, termasuk perlindungan aset budaya nasional dari replikasi atau eksploitasi tanpa atribusi yang jelas. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis dan mengkaji adaptasi kebijakan HAKI di Indonesia guna mengatur AIGC dalam konteks promosi pariwisata digital. Penelitian ini berfokus pada harmonisasi antara perlindungan hak cipta di era digital dengan dukungan terhadap inovasi teknologi, sambil menjamin kepatuhan pada prinsip pariwisata berkelanjutan dan perlindungan budaya. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang adaptif dan komprehensif bagi pemangku kepentingan untuk menciptakan kerangka hukum yang adil dan pro-inovasi.

Publication Info

Submitted
28 November 2025

Original Article

View this article on the original journal website for additional features and citation options.

View in OJS

Share

Publication History

Transparent editorial process timeline

Submitted

28 Nov 2025

Editorial Decision

30 Nov 2025